Sahabatku pernah bertanya "apakah agama Islam membolehkan kita untuk mencapai kebahagiaan dunia"? dalam pikirannya agama Islam seakan mengajarkan hal-hal yang sifatnya ritual dalam mencapai kebahagiaan akhirat. sebab itu penulis berkeinginan untuk menjawab pertanyaan sahabat ini dengan lebih jelas dan lebih luas dan bisa dibaca oleh banyak orang untuk jangka waktu yang panjang.
Islam adalah agama yang indah, terbaik, tidak akan ada agama sebaik agama Islam, ia berbicara komprehensif dan jelas, ia membicarakan dunia secara tuntas, tidak ada hal yang tertinggal untuk dibicarakan. Dunia ini adalah milik semua makhluk dan semua makhluk itu mesti tunduk kepada manusia karena mereka adalah khalifah di permukaan bumi ini, perhatikan firman Allah "Dan ketika Allah berkata kepada para malaikat, 'sesungguhnya aku akan jadikan di permukaan bumi khalifah', mereka menjawab 'apakah engkau akan menjadikan di bumi itu orang yang akan berbuat kerusakan dan bertumpahan darah sedangkan kami selalu bertasbih memujimu dan mensucikanmu', Allah berkata 'sesungguhnya Aku lebih tahu tentang sesuatu yang kamu tidak tahu'" (QS Al-Baqrah:30).
Sebagai khalifah tentu ia mempunyai tanggung jawab yang besar untuk memajukan dunia ini, membangun peradaban,bertanggung jawab untuk kelestarian alam dan lingkungan yang ada dan yang paling penting mereka mesti memberikan kenyamanan dan kebahagiaan untuk seluruh manusia, ini diajarkan oleh Allah SWT. kepada manusia dalam bentuk suatu doa yang indah sekali "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami kebaikan hidup di dunia ini dan kebahagiaan di akhirat kelak dan jauhkanlah kami dari azab api neraka". (QS Al-Baqarah: 201).
Kebahagiaan di dunia itu yang di benarkan oleh Allah SWT. adalah kebahagiaan yang sesuai dengan tuntunan yang diberikan-Nya, manusia boleh mendapatkan harta sebayak-banyaknya tetapi mesti persyaratannya sesuai dengan kehendak Allah SWT. salah satu persyaratannya adalah halal. Adanya persyaratan halal menyebabkan adanya ketenangan untuk semua orang kalau tidak akan terjadi penzaliman antara satu manusia dengan manusia lainnya. Harta yang halal menghendaki manusia bekerja secara profesional, dia berusaha dengan baik tanpa menipu, tanpa mencuri, tanpa merampok, tanpa korupsi, tanpa mencari cara-cara yang aneh dalam mendapatkan harta, seorang pedagang akan menjual barang dagangannya dengan timbangan yang tepat dengan sukatan yang benar dan secara terbuka menjelaskan kualitas barangnya, kalau ini dikerjakan pastilah akan mendatangkan kebahagiaan kepada pembeli dan penjual akan tenang dalam hidupnya. Seorang birokrat yang memegang jabatan penting dalam suatu negara tidak akan mungkin mengkorup uang negara untuk memperkaya dirinya karena dia tahu bahwa tindakannya akan menghasilkan harta yang tidak halal, dia akan berkeja dengan baik melayani kepentingan masyarakat dan setiap pekerjaannya akan menghasilkan kebaikan kepada masyarakat dan pasti dia akan senang dan bahagia ketika sasaran pekerjaannya tercapai, demikian juga masyarakat yang menikmati hasil kerja birokrat, mereka akan tenang karena mendapatkan pelayanan yang optimal.
Sebagai khalifah manusia itu pastilah berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik di dalam hidupnya kepada manusia dan alam, ketahuilah bahwa sesungguhnya tindakan tindakan yang dilakukan oleh manusia itu belum cukup untuk mencapai kebahagiaan dan mesti ia lengkapi dengan tindakan penghambaan kepada Allah SWT. kenapa demikian? karena kunci kebahagiaan itu ada di dalam ruh manusia kalau ruh manusia itu jauh dari sang penciptanya setiap kebaikan-kebaikan yang dia buat pasti tidak akan ada puncak kepuasannya dia akan selalu merasa kurang dan selalu di pengaruhi oleh hawa nafsunyayang pada akhirnya dia akan tersesat. Sebab itu penghambaan kepada Allah SWT.itu merupakan kunci yang paling penting dalam hidup manusia Allah SWT. menyampaikan kepada kita "tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (QS Az-Zariyat: 56).
Penggabungan antara kepatuhan di dalam beraktifitas kepada Allah SWT. dan kepatuhan dalam menjalankan ibadah merupakan suatu prinsip yang tidak bisa di tawar dan inilah yang kita sebut sebagai penghambaan kepada Allah, sikap penghambaan ini akan membawa manusia mencapai kebahagiaan duniawi yang sesungguhnya. Manusia mendapatkan rezeki berapapun jumlahnya akan bisa membawa kebahagiaan untuk dirinya dan manusia lain berapapun tinggi ilmunya, berapapun tinggi pangkatnya, apapun kenikmatan yang dia dapatkan kalau didasarkan kepada penghambaan kepada illahi pastilah ia akan merasa bahagia dan tidak akan pernah kecewa dalam hidupnya dan di dalam konsep islam kebahagiaan dunia seperti itu akan membawanya kepada kebahagiaan akhirat dan inilah kebahagiaan yang sesungguhnya,
Islam adalah agama yang indah, terbaik, tidak akan ada agama sebaik agama Islam, ia berbicara komprehensif dan jelas, ia membicarakan dunia secara tuntas, tidak ada hal yang tertinggal untuk dibicarakan. Dunia ini adalah milik semua makhluk dan semua makhluk itu mesti tunduk kepada manusia karena mereka adalah khalifah di permukaan bumi ini, perhatikan firman Allah "Dan ketika Allah berkata kepada para malaikat, 'sesungguhnya aku akan jadikan di permukaan bumi khalifah', mereka menjawab 'apakah engkau akan menjadikan di bumi itu orang yang akan berbuat kerusakan dan bertumpahan darah sedangkan kami selalu bertasbih memujimu dan mensucikanmu', Allah berkata 'sesungguhnya Aku lebih tahu tentang sesuatu yang kamu tidak tahu'" (QS Al-Baqrah:30).
Sebagai khalifah tentu ia mempunyai tanggung jawab yang besar untuk memajukan dunia ini, membangun peradaban,bertanggung jawab untuk kelestarian alam dan lingkungan yang ada dan yang paling penting mereka mesti memberikan kenyamanan dan kebahagiaan untuk seluruh manusia, ini diajarkan oleh Allah SWT. kepada manusia dalam bentuk suatu doa yang indah sekali "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami kebaikan hidup di dunia ini dan kebahagiaan di akhirat kelak dan jauhkanlah kami dari azab api neraka". (QS Al-Baqarah: 201).
Kebahagiaan di dunia itu yang di benarkan oleh Allah SWT. adalah kebahagiaan yang sesuai dengan tuntunan yang diberikan-Nya, manusia boleh mendapatkan harta sebayak-banyaknya tetapi mesti persyaratannya sesuai dengan kehendak Allah SWT. salah satu persyaratannya adalah halal. Adanya persyaratan halal menyebabkan adanya ketenangan untuk semua orang kalau tidak akan terjadi penzaliman antara satu manusia dengan manusia lainnya. Harta yang halal menghendaki manusia bekerja secara profesional, dia berusaha dengan baik tanpa menipu, tanpa mencuri, tanpa merampok, tanpa korupsi, tanpa mencari cara-cara yang aneh dalam mendapatkan harta, seorang pedagang akan menjual barang dagangannya dengan timbangan yang tepat dengan sukatan yang benar dan secara terbuka menjelaskan kualitas barangnya, kalau ini dikerjakan pastilah akan mendatangkan kebahagiaan kepada pembeli dan penjual akan tenang dalam hidupnya. Seorang birokrat yang memegang jabatan penting dalam suatu negara tidak akan mungkin mengkorup uang negara untuk memperkaya dirinya karena dia tahu bahwa tindakannya akan menghasilkan harta yang tidak halal, dia akan berkeja dengan baik melayani kepentingan masyarakat dan setiap pekerjaannya akan menghasilkan kebaikan kepada masyarakat dan pasti dia akan senang dan bahagia ketika sasaran pekerjaannya tercapai, demikian juga masyarakat yang menikmati hasil kerja birokrat, mereka akan tenang karena mendapatkan pelayanan yang optimal.
Sebagai khalifah manusia itu pastilah berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik di dalam hidupnya kepada manusia dan alam, ketahuilah bahwa sesungguhnya tindakan tindakan yang dilakukan oleh manusia itu belum cukup untuk mencapai kebahagiaan dan mesti ia lengkapi dengan tindakan penghambaan kepada Allah SWT. kenapa demikian? karena kunci kebahagiaan itu ada di dalam ruh manusia kalau ruh manusia itu jauh dari sang penciptanya setiap kebaikan-kebaikan yang dia buat pasti tidak akan ada puncak kepuasannya dia akan selalu merasa kurang dan selalu di pengaruhi oleh hawa nafsunyayang pada akhirnya dia akan tersesat. Sebab itu penghambaan kepada Allah SWT.itu merupakan kunci yang paling penting dalam hidup manusia Allah SWT. menyampaikan kepada kita "tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (QS Az-Zariyat: 56).
Penggabungan antara kepatuhan di dalam beraktifitas kepada Allah SWT. dan kepatuhan dalam menjalankan ibadah merupakan suatu prinsip yang tidak bisa di tawar dan inilah yang kita sebut sebagai penghambaan kepada Allah, sikap penghambaan ini akan membawa manusia mencapai kebahagiaan duniawi yang sesungguhnya. Manusia mendapatkan rezeki berapapun jumlahnya akan bisa membawa kebahagiaan untuk dirinya dan manusia lain berapapun tinggi ilmunya, berapapun tinggi pangkatnya, apapun kenikmatan yang dia dapatkan kalau didasarkan kepada penghambaan kepada illahi pastilah ia akan merasa bahagia dan tidak akan pernah kecewa dalam hidupnya dan di dalam konsep islam kebahagiaan dunia seperti itu akan membawanya kepada kebahagiaan akhirat dan inilah kebahagiaan yang sesungguhnya,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar