Sabtu, 02 Juli 2011

Indonesia Dalam Mimpiku

Tidak mungkin semua yang diinginkan manusia bisa tercapai sempurna. Kesempurnaan itu adalah milik Sang Penguasa, Allah SWT, namun manusia mesti menjadi makhluk yang mampu mewujudkan sesuatu menuju kesempurnaan.
Aku dan kita ditakdirkan Allah menjadi makhluk penghuni Indonesia, yang berarti Indonesia ini diamanahkan Allah kepada kita semua dengan segala keheterogenan yang ada.Manusia sebagai pemegang amanah mesti bertanggungjawab untuk menjaga bangsa Indonesia dan apa saja yang terdapat di bumi pertiwi ini.Dan kita diamanahi untuk melakukan yang terbaik, dalam rangka membangun suatu peradaban yang menuju kesempurnaan.

Inilah rasa tanggungjawab yang mesti diemban oleh setiap manusia yang menghuni bumi nusantara ini, mereka adalah para pejuang yang diletakkan Allah disini. Tanggungjawab ini tentu tidak bisa kita jaga dengan baik kalau kita tidak mempunyai visi, misi, tujuan dan kerja keras.

Kerja keras tentu mesti dimulai dengan suatu mimpi, suatu visi yang sudah kita sepakati semua, hal ini tentu tidak perlu kita pertanyakan lagi karena semua telah dituliskan oleh para pendiri negara ini dalam pembukaan undang-undang Dasar 1945, tinggal menunggu tangan-tangan yang penuh energik untuk melaksanakannya. Walau bagaimanapun mimpi yang sudah kita sepakati ini kita lanjutkan dengan mimpi-mimpi baru agar mimpi utama tersebut menjadi sesuatu yang nyata.

Bangsa ini sudah sepatutnya bermimpi dengan mimpi yang benar, mimpi yang mesti diperjuangkannya agar terwujud dalam bentuk kenyataan. marilah kita tanya diri kita apakah selama ini kita punya mimpi dan apakah mimpi kita adalah mimpi yang benar, atau hanya sekedar hayalan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sehingga setiap hari mimpinya selalu berubah, rencana selalu berubah, strategi selalu berubah tidak bedanya dengan orang gila. membuat aturan sesuka-suka dan mesti dirubah dengan suka-suka juga.

Mimpi itu wajib, tapi mimpilah dengan cerdas, sebelum bermimpi kita wajib berdoa, kita wajib menyerahkan diri ini kepada Allah, karena Dialah penguasa alam ini, Dialah penguasa langit dan bumi, semua aktivitas kehbidupan kita dibawah kendaliNya. apabila kita tidak berserah diri kepadaNya, maka syetanlah yang akan mempengaruhi kita, tentu saja mimpi yang dipengaruhi syetan akan membawa manusia ke jalan yang sesat. bila ini terjadi semua yang dibuat manusia akan selalu mengarah kepada kesesatan. dia akan mempengaruhi manusia agar mampu berbangga-bangga diri, akan selalu sombong, selalu merasa pintar dan selalu merasa superior. apa saja yang dibuatnya seakan membawa kepada kebaikan, padahal hasil karianya akan membawa manusia ke alam kehancuran, alam kebodohan, permusuhan, peperangan dan saling bermusuhan angtara satu denga yang lain. Tentu saja yang akan didapati adalah kerusakan dan kehancuran. seperti yang terjadi dengan Firaun, Hamman dan Qarun.


Mungkin kita dalam mewujudkan mimpi ini juga sedang dipengaruhi oleh syetan, perhatikanlah apa yang sedang melanda bangsa ini, kita mencoba membangun tatanan politik, hasilnya adalah permusuhan antara sesama, setiap kali dilaksanakan pemilhan anggota dewan, kepala negara, kepala daerah dan lain-lain hasil utamanya adalah pemborosan uang rakyat, kedua percekcokan antar pengikut partai, perseteruan ini kadang-kadang berujung kepada pembunuhan dan dendam yang tidak pernah putus. Ada orang yang melihat pembangunan politik seperti ini adalah suatu ajang yang wajar, dalam mimpi saya orang-orang ini sudah dipengaruhi oleh syetan. Dia lebih suka melihat bangsa ini hancur dan saling bermusuhan asalkan dia bisa berkuasa. Orang-orang seperti inilah yang disebut di dalamn Al-Quran sebagai mukhtalin fakhur artinya sombong, congkak, tidak mau mendengar kebenaran Allah, selalu bermegah-megah, berbangga-bangga rakus dan mau menang sendiri.

Bagi saya politik seperti ini wajib untuk dihentikan, karena merekalah yang menghambat kesejahteraan masyarakat, merekalah para perusak negara ini sesungguhnya, sepanjang cara berpolitik seperti ini kita lanjutkan maka sepanjang itu pulalah sebagian besar anak bangsa ini akan mengalami kebodohan, kemiskinan dan akan hidup dibawah tekanan ekonomi yang mengerikan.

Demokrasi seperti ini harus berhenti, dirubah dengan demokrasi cerdas, demokrasi yang bisa membangun bangsa ini secara  benar dan bisa membawa kesejahteraan untuk semua. dengarlah hati-hati yang bersih, berhentilah mendengar para politikus dunia yang munafik. disatu pihak mereka menginginkan demokrasi, di pihak lain mereka menginginkan para pemimpin suatu bangsa itu mereka yang menentukan dan bisa tunduk kepada kepentingan mereka, inilah suara dunia dimana mereka tidak akan pernah berhenti menjajah, atas nama demokrasi mereka hancurkan negara-negara yang tidak mau tunduk kepada mereka.

Indonesia mesti mampu menciptakan demokrasi ala sendiri, tidak perlu berdemokrasi seperti para penjajah yang mereka mengajarkan demokrasi penuh kekotoran, kebencian dan kerusakan, disatu pihak mereka meninginkan kebebasan dipihak lain mereka menginginkan negara-negara berkembang harus tunduk kepada mereka. Apalagi demokrasi di negara-negara berkembang bisa dibeli. seipa yang mempunyai uang, merekalah yang menang, walaupun mereka tidak mempunyai kapasitas untuk menjadi pemimpin, itulah yang sedang terjadi di negara kita Indonesia tercinta ini, para pemimpin yang lahir banyak yang bodoh dan korup dan hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan bagaimana rakyatnya menjadi sejahtera, bagaimana rakyatnya ,menjadi aman dan tenteram.

Lepaskanlah diri bangsa ini dari ketergantungan kepada orang lain. Indonesia mesti membentuk suatu Dewan Reformasi yang benar. Panggillah orang-orang cerdas, bijak dan berhati mulia dari seluruh penduduk negeri yang ada di Indonesia ini. Kita yakin setiap provinsi di Indonesia ini memiliki putra-putri yang cerdas,pintar dan peduli kepada kepentingan rakyat.Mari kita panggil mereka, kita berkumpul bersama kita bentuk Dewan Reformasi yang akan menjalankan roda kekuasaan dengan penuh keberanian, penuh dedikasi dan penuh tanggungjawab. Bangsa ini harus mensaport mereka dengan penuh keikhlasan dan mengawal perjalanan mereka dengan seksama dan ketelitian yang tinggi.

Para pemimpin Reformasi ini tidak boleh melakukan kesalahan fatal seperti korupsi, penyalahgunaan wewenang, bekerja tidak serius. Jika mereka melakukan kesalahan-kesalahan fatal demikian, mereka mesti dihukum mati saja tanpa ampunan. Untuk itu tentu diperlukan pemimpin yang berani bertindak, pemimpin yang berani memasang badannya untuk kepentingan rakyat.

Pemimpin diamanahi untuk merubah berbagai hambatan-hamabatan menuju kesejahteraan rakyat, mereka mesti berani merevolusi lembaga-lembaga pelaksana hukum yang sudah terlanjut bobrok, mereka mesti berani merevolusi lembaga-lembaga ekonomi yang ada di Indonesia, karena semenjak Indonesia merdeka sampai hari ini para penyelenggara ekonomi di Indonesia selalu membawa kesengsaraan kepada rakyat. Jadi para penguasa ekonomi yang telah salah kebijakan harus dirombak total dan diganti dengan orang-orang yang memiliki komitmen yang tinggi untuk membangun kesejahteraan masyarakat.

Singkatnya semua hambatan-hambatan yang muncul saat ini untuk mencapai kesejahteraan masyarakat mesti dilenyapkan dan dihapus.Kita harus berani berubah, harus berani mencari jalan dan alternatif lain untuk membangun peradaban bangsa Indonesia di masa depan. Lihatlah negara seperti Cina, Korea dan Jepang yang tidak mempedulikan bahasa-bahasa penjajah seperti Amerika dan Eropa. Dengan kekuatan yang ada pada diri mereka dan dengan cara demokrasi yang mereka bangun ala mereka, mereka bisa memajukan negaranya. mereka mampu menunjukan kepada dunia kehebatannya.Hari ini dapat kita lihat bukti nyata, betapa hebatnya mereka dalam mensejahterahkan rakyatnya, betapa hebatnya mereka membangun negaranya, sehingga mereka menjadi negara kaya yang kuat dan tidak tergantung dengan negara manapun di dunia ini.   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar